Rabu, 20 Februari 2013

Kedatangan AFC Mundur 21 Februari

SLEMAN-Tim verifikasi dari Asian Football Confederation (AFC) mengundurkan jadwal kedatangannya, ke Stadion Maguwoharjo. Jika semula tim datang untuk melakukan verifikasi Rabu (20/2/2013), berubah menjadi Kamis (21/2/2013). Koordinator Timnas Bob Hippy mengatakan meski jadwal kedatangan tim verifikasi mundur selama sehari, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah persoalan. Saat ini, dirinya juga telah berkoordinasi baik dengan pihak Panpel maupun pihak pengelola stadion, dalam hal ini adalah UPT Maguwoharjo. Ketua Pengcab PSSI Sleman Hendrikus Mulyono mengungkapkan tim verifikasi akan terdiri dari 3-4 orang masing-masing berasal dari PSSI dan AFC. Dijadwalkan, mereka akan mendatangi Stadion Maguwoharjo pada pukul 08.00 WIB. Mantan manajer PSS itu mengungkapkan verifikasi yang dilakukan akan berkaitan dengan kelaikan stadion tersebut untuk menjadi lokasi penyelenggaraan even internasional laga Pra Piala Asia antara timnas kontra tim Arab Saudi 22 Maret mendatang. ”Jadi mulai aspek penerangan, tribun, keamanan baik dalam maupun luar lapangan, hingga kualitas rumput akan diverifikasi,” katanya. Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Mbah Mul tersebut menambahkan, AFC juga melakukan penilaian atas kealaikan sarana pendukung lainnya seperti hotel tempat menginap, lapangan latihan, hingga kelancaran akses baik dari lapangan latihan ke stadion maupun dari hotel ke stadion. Untuk kelancaran verifikasi, Pencab PSSI Sleman, lanjutnya, telah menyiapkan dua alternatif lapangan yang bisa dipakai sebagai lapangan latihan. ”Yakni Lapangan UNY dan Lapangan AAU. Atau bahkan bisa dua-duanya,” ucapnya.

Pelatih PSS Bingung Pilih Striker

SLEMAN - PSS Sleman kedatangan lima pemain berkualitas, empat di antaranya striker dan satu kiper. Empat juru gedor yang ikut seleksi di tim Elang Jawa itu adalah Budi Sudarsono, Roberto Kwateh, Monieaga Bagus Suwardi dan striker asing Leo Adrian Veron. Kedatangan empat striker jempolan ini membuat pelatih Yusack Sutanto bingung memilih yang terbaik. "Jujur saya katakan, saya bingung memilih striker yang kemarin sore ikut seleksi. Semuanya bagus, berkualitas," katanya, Selasa (19/2/2013). Wajar jika Yusack binggung memilih keempat attacante tersebut. Keempatnya memiliki reputasi dan track record yang mumpuni. Budi Sudarsono, eks pemain timnas yang pernah mencatatkan diri sebagai top scorer Piala AFF 2008. Roberto Kwateh ikut mengantarkan Persepar Palangkaraya promosi IPL 2013. Monieaga merupakan striker muda bermasa depan cerah. Sedangkan Leo Adrian Veron berjasa membawa Persita Tangerang promosi ke ISL 2013. Yusack mengakui, dalam skuad untuk mengarungi kompetisi musim ini, membutuhkan lima sriker. Saat ini, PSS Sleman sudah dihuni 3 striker masing-masing Luis Feitosa, Basten Tri Pamungkas dan Hermawan. "Hanya kurang dua (striker), tapi melihat kualitas keempat striker yang datang, kalau (nilai kontraknya) cocok, bisa jadi akan direkrut (semua)," akunya. Mantan Pelatih Persika Karawang ini tidak kawatir di lini depan berjubel striker jempolan. Yusack bisa menggeser beberapa striker berperan sebagai gelandang serang. Tujuannya tidak lain untuk menambah daya gedor PSS. "Mungkin (striker) bisa digeser sebagai gelandang serang. Itu tergantung kebutuhan tim dalam kondisi tertentu," ujarnya. Manajer PSS Sleman Supardjiono mengatakan, banyaknya striker yang ikut seleksi memudahkan manajemen dalam menegoisasi pemain. Setidaknya, manajemen memiliki banyak alternatif termasuk dalam menyodorkan nilai kontrak kepada pemain. "Tergantung pelatih, kalau merekomendasikan ya kita negosiasikan nilai kontraknya," kata dia. Menurut dia, negosiasi dengan striker diagendakan besok. Dia tidak menampik, jika harganya sesuai tidak menutup kemungkinan striker PSS musim ini bisa lebih dari lima striker. "Besok kita agendakan negosiasi. Siapa yang akan kita rekrut, tergantung nilai kontrak," ujarnya. Budi Sudarsono meminta agar negosiasi tidak berlarut-larut. Dia memberikan batas waktu sampai Kamis (21/2) besok tentang masa depannya. "Kalau sampai Kamis belum deal, mungkin saya memilih pergi," kata pemain yang berjuluk si Ular Piton. (Ridwan Anshori/Koran SI/acf)

Selasa, 19 Februari 2013

Budi Sudarsono ke Sleman

SLEMAN - Manajemen PSS Sleman mengonfimasi kehadiran mantan striker timnas, Budi Sudarsono. Striker berusia 33 yang akrab disapa si Ular Phyton ini sebagai alternatif di lini depan, jika striker timnas Singapura Noh Alam Syah gagal didatangkan. Manajer PSS Sleman Supardjiono mengatakan, Budi Sudarsono datang ke PSS Sleman bersama dua pemain lain dari eks Arema IPL. "Hari ini selain Budi Sudarsono, dua pemain Arema IPL masing-masing Moniega Bagus Suwardi (striker) dan Aji Saka (kiper) datang ke PSS Sleman. Ketiganya menjalani seleksi sore ini," katanya, Senin (18/2/2013). Dia mengakui, seharusnya Budi datang pada pekan lalu. Namun, karena ada gangguan teknis, Budi belum bisa datang ke Sleman. "Setelah mundur seminggu, akhirnya Budi berkesempatan datang," imbuhnya. Supardjiono mengatakan, Budi akan menjadi alternatif di lini depan jika usaha PSS Sleman mendatangkan Noh Alam Syah mengalami kebuntuan. Manajemen mengundang Budi ikut seleksi karena menganggap pemain 19 September 1979 ini memiliki kualitas yang mumpuni meski usianya sudah berkepala tiga. "Kita membutuhkan pemain yang berpengalaman di lini depan," katanya. Sebenarnya, PSS Sleman sudah memiliki tiga striker, salah satunya striker muda Hermawan yang baru deal dengan manajemen kemarin. Selain Hermawan, PSS sudah memiliki striker asing Luis Feitosa dan striker yang musim lalu sudah berseragam PSS Sleman, Basten Tri Pamungkas. Dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama LPIS, tim Elang Jawa membutuhkan lima striker. Saat ini baru tiga yang dimiliki (Hermawan, Basten Tri Pamungkas dan Luis Feitosa, sehingga masih membutuhkan dua pos striker lagi. Dua striker itu akan diperebutkan antara Budi Sudarsono, Moniega Bagus Suwardi atau Noh Alam Syah. Supardjiono mengatakan, selain nama-nama yang dibidik, sebenarnya masih ada eks Arema IPL yang masuk dalam radar PSS. Dia adalah Irfan Raditya. Pemain yang akrab Gullit ini bersedia datang ke Sleman, namun menunggu proses persalinan istrinya. "Irfan juga akan datang, tapi tidak dalam waktu dekat. Saat ini Irfan sedang menunggu istrinya yang melahirkan," kata dia. Sementara itu, sampai saat ini sudah 13 pemain yang sudah deal berseragam tim kebanggaan publik Sleman. Pemain ke-13 yang resmi milik PSS adalah Hermawan yang musim lalu membela PSIM Yogyakarta. (Ridwan Anshori/Koran SI/acf)

Kamis, 29 November 2012

Awal Desember PSS Mulai Seleksi Pemain

http://bola.okezone.com/read/2012/11/26/49/723052/awal-desember-pss-mulai-seleksi-pemain
SLEMAN - Geliat PSS Sleman mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) musim depan mulai terlihat. Setidaknya sepekan lagi, tim Elang Jawa mulai menggelar seleksi pemain. Hal ini beriringan setelah PSS Sleman secara defiitif memiliki pelatih baru yang akan diumumkan secara resmi akhir bulan ini.

Sekretaris PSS Sleman, Pustopo mengatakan, saat ini manajemen masih fokus menunjuk nakhoda untuk menukangi Anang Hadi dkk musim depan. "Siapa yang akan menjadi pelatih musim depan, akan diumumkan secara resmi akhir November ini. Setelah itu, manajemen baru akan membentuk kerangka tim dengan rekruitmen pemain. Jadi kemungkinan besar, awal Desember seleksi pemain sudah dilakukan," kata Pustopo, Minggu (25/11/2012).

Menurut dia, dalam memilih materi pemain musim 2012-2013, manajemen harus terlebih dahulu menunjuk pelatih. Pasalnya, manajemen nantinya akan meminta masukan dari pelatih baru untuk menentukan pemain yang dianggap sesuai dengan proyek masa depan tim kebanggaan publik Sleman tersebut. "Alurnya memang idealnya seperti itu, menentukan pelatih baru pemain. Tujuannya agar pemain yang direkrut sesuai dengan gaya main pelatih," jelasnya.

Belum ada keterangan resmi berapa anggaran yang dibutuhkan untuk belanja pemain musim depan. Selain itu, manajemen terkesan masih malu-malu membeberkan nama-nama yang dibidik menjadi skuad PSS Sleman musim depan. Yang pasti untuk membuat PSS Sleman bisa bersaing di kompetisi kasta kedua ini dibutuhkan banyak anggaran. Pasalnya, banyak pilar musim lalu yang membela PSS kemungkinan besar sudah berganti kostum. PSS hampir dipastikan kehilangan dua pemain impor asal Afrika, yakni Charles Orock dan Bruno Casmir.

Dua legiun asing selama 2011-2012 cukup memberi konstribusi signifikan bagi PSS Sleman. Charles Orock yang tercatat sebagai top skor PSS Sleman musim lalu dengan torehan 10 gol, sejengkal lagi berkostum Persibangga Purbalingga. Sedangkan libero tangguh Bruno Casmir musim depan memilih berseragam Persiba Bantul.

Selain legiun asing, sejumlah pilar PSS berstatus domestik juga banyak yang hengkang. Arfandi Jafar sudah resmi menjadi milik Persiba Balikpapan, Zaenal Fanani, Marwan Muhammad dan Andrid Wibawa juga kemungkinan tidak bisa diandalkan. Stopper andalan musim lalu, Fachrudin lebih banyak disibukkan bersama Timnas sehingga sulit dibutuhkan kontribusinya untuk tim.

Mantan Pelatih PSS Sleman Widiantoro mengakui, PSS Sleman harus memulai dari nol untuk membangun skuad pemain yang kompetitif musim depan. Saat ini, kata dia, setidaknya hanya ada 3-4 pemain yang musim lalu berseragam PSS tenaganya masih bisa digunakan untuk musim depan. "Untuk membentuk tim PSS Sleman, hanya ada 3-4 pemain yang masih layak dipertahankan, sisanya harus membeli pemain baru. Ibaratnya, PSS harus membangun pondasi dari awal lagi," jelasnya.

Managemen tidak kawatir dengan mepetnya waktu untuk membeli pemain. Bahkan manajemen masih optimistis, PSS Sleman tetap akan mendapatkan pemain berkualitas sehingga tetap kompetitif di papan atas. "Musim depan target kami tetap di papan atas," kata Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Supardjiono.

(Ridwan Anshori/Koran SI/win)
http://bola.okezone.com/read/2012/11/26/49/723052/awal-desember-pss-mulai-seleksi-pemain

PSS Segera Tunjuk Pelatih

SLEMAN - PSS Sleman segera menunjuk pelatih untuk menukangi tim berjuluk Elang Jawa musim depan. Setidaknya di meja manajemen, ada 8 pelatih yang bakal bersaing menjadi arsitek PSS Sleman.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengatakan, rencana penunjukkan pelatih dilakukan hari ini namun karena ada kendala teknis sehingga baru bisa dilakukan besok malam. "Besok malam (Jumat malam), kita akan menunjuk pelatih baru untuk musim 2012-2013," katanya, Kamis (22/11/2012).

Mantan pelatih PSS musim lalu Widiantoro, dikabarkan punya peluang terkuat dibanding calon lainnya. Meski musim lalu, hanya mengantarkan PSS Sleman finish di posisi ketujuh grup 2 Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), namun Widiantoro dianggap cukup sukses membesut tim kebanggaan publik Sleman.

Namun, Supardjiono menampik Widiantoro sebagai calon terkuat sebagai pelatih baru PSS. Degan tegas Supardjino menyebut semua pelatih yang melamar di PSS punya peluang yang sama untuk menukangi Anang Hadi dkk musim depan. "Semua punya peluang, jadi lebih baik tunggu saja keputusannya," ungkapnya.

Selain Widiantoro, nama-nama lain yang masuk bursa calon pelatih PSS Sleman antara lain Bambang Nurdiansyah, Dananjaya, dan Bonggo Pribadi, Hanafi, Haryadi, Syahrial, dan Ruanda.

Dari nama-nama tersebut, manajemen PSS akan memilih secara cermat agar pada musim depan bisa lebih baik posisinya dibanding musim sebelumnya.

"Tentunya kita akan memilih pelatih yang dianggap mampu membawa PSS Sleman menjadi lebih baik. Saat ini sedang digodok dan besok malam sudah keluar nama (pelatih baru PSS)," jelas Supardjiono.

Dia mengatakan, setelah nama pelatih secara definitif sudah ditunjuk, langkah selanjutnya bagi PSS Sleman adalah dengan membentuk kerangka tim. Dengan kata lain, seleksi pemain akan dilakukan setelah PSS Sleman memiliki pelatih kepala. Pasalnya, peran pelatih sangat penting dalam menentukan pemain yang dibutuhkan, tentunya dengan pertimbangan dari manajemen.

Menurut dia, sejumlah pemain yang musim lalu berseragam PSS Sleman, akan dipertahankan atau disodori kontrak kembali. "Ada yang dipertahankan. Kekurangan komposisi pemain akan dilakukan dengan cara menggelar seleksi. Secepatnya seleksi dilakukan mengingat roda kompetisi musim depan juga semakin mepet," paparnya. (Ridwan Anshori/Koran SI/acf)

Rabu, 07 November 2012

Final Magelang Cup 2012: Persiba Bantul vs Sleman Selection 4-0


Persiba Bantul keluar sebagai juara di ajang Turnamen Magelang Cup 2012. Dalam partai final yang di gelar di stadion Madya, Magelang, Minggu (4/11), Persiba Bantul berhasil mengalahkan Sleman Selection dengan skor telak 4-0.
Empat gol kemenangan Persiba masing-masing di cetak I Made Wirawan menit 13, Johan Manaji menit 22 dan dua gol Marcio Souza menit 29 dan 51.
Gelar juara yang di raih Persiba pada ajang ini merupakan gelar  kedua bagi Persiba, sebelumnya di turnamen Batik Cup yang di gelar di kota Solo, Persiba juga keluar sebagai juara.
Atas hasil ini, Persiba berhak atas hadiah berupa piala Magelang Cup dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta yang diserahkan oleh Direktur Magelang Soccer Academy (MSA) Gus Yusuf. Sementara itu Sleman Selection yang keluar sebagai juara kedua berhak mendapatkan piala serta uang pembinaan sebesar Rp 10 juta.

Sleman Selection vs Surabaya Selection 2-1


Sleman Selection akan menantang Persiba Bantul dalam laga puncak Magelang Cup 2012 setelah mengalahkan Surabaya Selection dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan yang di gelar di Stadion Madya, Magelang, Sabtu (03/11).
Pada laga ini,awal babak pertama berjalan kurang menarik. Kedua tim terlihat bermain terlalu berhati-hati. Hampir tidak ada peluang tercipta pada awal babak pertama ini. Baru pada pertengahan babak pertama, permainan kedua tim mulai keluar. Beberapa peluang tercipta di babak pertama, namun gagal membuahkan gol. Babak pertama pun di tutup dengan tanpa gol.
Memasuki babak kedua, permainan kedua tim semakin menarik. Surabaya Selection membuka keunggulan pada menit 68 lewat gol Abidin. Namun sepuluh menit kemudian Sleman Selection menyamakan kedudukan lewat gol Anang Hadi.
Di penghujung pertandingan, pemain pengganti, Basten, membawa Sleman Selection unggul 2-1.
Babak final Magelang Cup akan digelar pada Minggu sore (4/11), masih di tempat sama yakni di Stadion Madya Magelang.

Jumat, 02 November 2012

ULTRAS BRIGATA CURVA SUD SUPPORTERS OF PSS SLEMAN - Ultras Channel No.1


Video BCS X PSS masuk TIFOTV dimana pengunjungnya mencapai angka 32.000

BENTROK SUPORTER: Slemania & BCS Minta Maaf


SLEMAN—Dua kubu suporter PSS Sleman meminta maaf atas insiden bentrok dengan pendukung Persis Solo, Pasoepati, dalam laga di Stadion Maguwoharjo Sabtu (21/4) lalu.
Ketua Slemania, Supriyoko kepada Harian Jogja melalui pesan singkat, Minggu (22/4) mengaku sangat menyesalkan kejadian  tersebut. Namun ia enggan berkomentar terkait siapa yang memulai ataupun siapa yang salah dalam kejadian tersebut.
Supriyoko hanya menjelaskan pada awalnya terjadi saling lempar antara kubu Pasoepati, di tribun timur dengan Slemania, di tribun utara. Hal itu pun akhirnya dapat diredam oleh kedua belah pihak.
Sedangkan terkait kejadian yang berada di luar lapangan, Yoko, sapaan akrabnya mengaku kurang mengetahui secara detail kejadiannya. Terlepas dari hal tersebut, Yoko mewakili Slemania mengatakan pihaknya meminta maaf kepada Pasoepati maupun warga Sleman atas insiden tersebut.
Ia juga menyampaikan ajakan kepada Slemania maupun penonton PSS Sleman yang lain untuk dapat mendukung tim kebanggaan masyarakat kota Sembada tersebut dengan lebih santun dan meninggalkan aksi-aksi anarkistis.
“Kami serukan ajakan itu, karena bentrokan hanya akan merugikan tim PSS dan membuat masyarakat takut mendukung PSS di stadion Maguwoharjo,” ucap dia.
Sementara pernyataan maaf yang sama juga dilontarkan oleh ketua Brigata Curva Sud (BCS) Trimurti Wahyu Wibowo yang  mengatakan hal itu terjadi karena ada bebeberapa suporter yang belum dewasa. Namun pihaknya juga tidak ingin saling mencari  kesalahan atau pembenaran atas kejadian tersebut.
Menurutnya kejadian tersebut sangat disayangkan terutama karena selama ini hubungan Pasoepati dengan BCS terjalin cukup baik. Sehingga Wahyu pun mewakili BCS meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kejadian tersebut.
“Saya langsung kontak dengan mas Bimo (Presiden Pasoepati) tetapi dia sedang di Jakarta. Ke depan pastinya akan kami bicarakan kembali,” pungkas dia.
Pihak Pasoepati melalui Juru Bicaranya Amir Tohari mengaku sangat kecewa dan menyayangkan insiden tersebut. Pasoepati merasa tidak mendapat balasan sambutan yang dari pendukung PSS seperti sambutan yang mereka berikan.

PSS Kebanjiran Lamaran Pemain



SLEMAN—Setelah sebelumnya panen lamaran pelatih, kini manajemen PSS Sleman panen lamaran pemain. Meski nasib Super Elang Jawa belum jelas, ternyata tidak menyurutkan minat pemain untuk masuk skuat PSS musim depan.
Manajer PSS Sleman, Rumadi, mengaku telah ada puluhan lamaran dari pemain-pemain lokal yang datang padanya. Entah lamaran tersebut secara resmi atau hanya melalui pesan elektronik yang di kirim.
“Banyak pemain yang sudah melamar tetapi kebanyakan memang pemain lokal mayoritas melalui SMS atau telepon. Mungkin pemain juga banyak yang gusar mencari klub terutama klub yang terpercaya,” ucap dia kepada Harian Jogja, Minggu (26/8).
Namun sampai saat ini Rumadi menegaskan pihaknya belum memberikan jawaban akan lamaran yang datang tersebut. Hal itu terkait dengan belum jelasnya bentuk kompetisi serta belum adanya keputusan akan nasib tim sendiri. Setidaknya setelah keputusan dari kinerja Join Committe September ini hal itu baru dapat dipertimbangkan.
“Kami belum berusaha melirik salah satu pun dari mereka karena semua belum jelas. Tetapi paling tidak kami memiliki rekam jejak mereka yang dapat menjadi pertimbangan,” papar dia.
Banyaknya lamaran pemain itu pula yang menjadi salah satu alasan manajemen PSS belum melakukan pemantauan pemain sama sekali. Meskipun desakan beberapa agar menejemen segera mengambil langkah salah satunya pemantauan pemain guna persiapan musim depan telah datang dari berbagai pihak.
Terlebih untuk pemain asing yang dinilai membutuhkan waktu yang tidak singkat agar tidak salah pilih. Rumadi pun sempat menyatakan bahwa kemungkinan besar tim tidak akan mempertahankan dua pemain asingnya. Disinggung pemantauan pemain asing, Rumadi kembali menegaskan pihaknya belum melakukan.”Belum kami belum melihat-lihat. Sebab kalau melangkah dikegelapan itu kan sia-sia, ya seperti itulah sekarang kan belum jelas semuanya,” tegas dia.
Rumadi pun menyatakan pihaknya tidak akan kesusahan mencari pemain meskipun saat ini belum mulai menyusul kompetisi yang dikabarkan akan di mulai Januari atau Februari mendatang. Kondisi finansial tim yang relatif baik musim kemarin diklaim dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pemain untuk datang ke PSS. Selain itu, ia pun menyatakan telah memiliki beberapa link dengan agen-agen pemain.”Kami tidak khawatir banyak pemain, pemain asing sekalipun. Pemain atau agennya juga mencari klub terlebih yang bisa dipercaya. Jadi kami tidak khawatir,” pungkas dia.

Manajemen dan PT PSS Tak Kunjung Kompak

SLEMAN—Manajemen PSS Sleman dan PT. PSS terlihat belum kompak menggelar rapat evaluasi baik mengenai waktu maupun materi.
Manajemen melalui Sekretaris Umum Tim, Pustopo mengatakan belum dapat memastikan jika rapat evaluasi bisa dilakukan pekan ini. Sebab menurutnya terus terjadi perubahan pembahasan materi rapat evaluasi karena usulan baru dari beberapa anggota.
“Kemarin memang sudah selesai, tetapi dalam perkembangannya ada perubahan,” ucap Pustopo kepada Harian Jogja Express, Rabu (10/10/2012).
Namun untuk pembahasan akhir yang disebutnya berlangsung kemarin, Selasa (9/10/2012) ia memang belum mengetahui secara pasti hasil akhirnya. Pustopo berdalih ia sedang berada di luar kota untuk tugas dinas. Pustopo pun belum mengetahui hasil yang diperoleh.
“Tapi memang pembahasan akhirnya kemarin, saya tertinggal untuk itu karena saya sedang di luar kota. Coba Hubungi Pak Pardji,” papar dia.
Direktur PT. Putera Sleman Sembada, Supardjiono menyatakan dengan tegas rapat evaluasi siap dilaksanakan. Janji yang diucapkannya beberapa waktu lalu jika evaluasi digelar pekan ini pun kembali dengan tegas ia nyatakan tidak akan batal.
“Kami sudah siap dan tetap akan kami gelar Jumat (12/10/2012) jam 19.00 WIB,” tegas dia.

Divisi Utama All Star Jajal PSS

SLEMAN—Tim PSS Sleman kemungkinan akan mendapatkan kesempatan emas untuk menjajal bintang-bintang Divisi Utama (DU) LPIS. Sekitar empat puluh pemain terbaik Divisi Utama LPIS (DU All Star) direncanakan akan bertandang ke Sleman, menginap dan juga menjalani latihan di Stadion Maguwoharjo pekan ini.
Adanya rencana kedatangan para pemain tersebut diungkapkan sesepuh PSS yang sekaligus perantara rencana tersebut, Hendricus Mulyono. Pria yang akrab disapa Mbah Mul ini mengungkapkan memang ada suatu pihak yang menggagas acara tersebut.
Mbah Mul menegaskan para pemain tersebut akan tiba di Sleman, Rabu (10/10/2012) besok. Selain tim DU All Star direncanakan pemain Timnas juga akan datang. Pertandingan antara DU dengan PSS ataupun dengan Timnas itu dijadwalkan 19-23 Oktober ini.
“Setelah datang mereka rencananya akan melakukan latihan di Stadion Maguwoharjo Jumat (12/10/2012), kemudian setelah terbentuk tim akan melakukan pertandingan uji coba rencananya dengan PSS dan juga timnas. Tetapi jika untuk timnas saya belum dapat memastikan apakah tim U-23 atau senior. Nanti setelah tiba biar mereka yang menyampaikannya sendiri,” ucap Mbah Mul, Senin (8/10/2012).
Lebih lanjut mantan manajer PSS ini mengungkapkan moment tersebut merupakan keuntungan tersendiri bagi publik sepakbola Sleman. Selain tentunya memberikan hiburan untuk masyarakat, tim PSS juga dapat mengambil untung.
PSS dapat melakukan pemantauan terhadap pemain-pemain terbaik di LPIS yang kemungkinan dapat ditarik ke tim. Terlebih hal itu dapat dilakukan di Sleman, sehingga PSS dapat menghemat biaya untuk seleksi pemain.
“Ini harusnya keuntungan tersendiri bagi PSS sebab mereka dapat melakukan pemantauan pemain tanpa mengeluarkan biaya banyak. Pemain yang datang juga merupakan pemain-pemain terbaik pilihan,” tegas dia.

Tunggakan Gaji Dibayar Jumat


Monday, 08 October 2012 13:11
SLEMAN - Sejumlah problem yang merundung PSS Sleman selama beberapa bulan terakhir ini dipastikan segera rampung. Kemarin (7/10) manajemen Super Elang Jawa menegaskan bakal mengadakan rapat evaluasi sekaligus penentuan arah musim depan di Kantor Bappeda Sleman Jumat malam (12/10).
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono menurutkan, rapat tersebut juga mengundang seluruh pemain, pelatih, dan perangkat tim musim lalu. Intinya, kata Pardji, semua duduk satu meja membahas segala hal terkait PSS.

Tak hanya evaluasi yang akan dibahas. Pardji siap memaparkan rencana PSS musim depan. Selain itu, manajemen berniat mengumumkan nama-nama yang diproyeksikan tetap merumput di Stadion Maguwoharjo.
”Intinya, di dalam pertemuan tersebut kami bakal membicarakan semuanya. Mulai target yang tidak tercapai musim lalu, pemain-pemain yang diproyeksikkan bertahan, sampai rencana musim depan. Pokoknya, kami bakal merampungkan semuanya,” kata dia saat silaturahmi wasit Sleman di kediaman sesepuh PSS Hendricus Mulyono kemarin.
Disinggung perihal gaji yang belum dibayar, Pardji menjamin menyelesaikannya Jumat malam nanti. Bagi dia, pertemuan tersebut merupakan momentum tepat untuk menyelesaikan tunggakan pembayaran.
”Temasuk masalah gaji dua bulan yang belum dibayar, kita selesaikan. Kami menjamin bakal membayarkannya. Lagi pula, saat ini dananya juga sudah siap semua,” tandasnya.
Sekretaris Tim PSS Pustopo menyatakan, manajemen sudah menyiapkan dana untuk membayar gaji selama dua bulan. Katanya, sejak awal manajemen ingin membayarkan tunggakan saat evaluasi.
Pustopo menjamin pelunasan gaji tidak akan molor lagi. ”Saya jamin tak akan ada penundaan-penundaan lagi. Semuanya bakal beres. Tak akan ada penundaan waktu evaluasi, sekaligus tak ada pengunduran pembayaran gaji pemain. Semua pasti kelar,” ucap dia. (nes)

PSS Sleman Masih Memilih Antara ISL atau IPL





Manajemen PSS Sleman masih belum menentukan sikap terkait keikutsertaan PSS Sleman dalam mengikuti kompetisi untuk musim mendatang. Mereka membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk memantapkan pilihan. Menurut Sekretaris PSS, Pustopa, sampai saat ini belum ada tawaran dari pihak PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) ataupun dari PT. Liga Indonesia (LI) untuk bergabung. Manajemen PSS akan mempelajari lebih detail keuntungan-keuntungan apa saja yang diperoleh PSS jika bergabung dengan satu di antara ISL atau IPL. Beberapa aspek, seperti pengalaman musim lalu dan kejelasan aturan kompetisi akan menjadi pertimbangan manajeman dalam membuat keputusan.
Klub kebanggaan warga Sleman, Yogyakarta, ini di musim lalu mengikuti kompetisi di bawah PT, LPIS. Pustopa belum bisa memberikan penilaian jika harus membandingkan kompetisi yang digelar oleh PT. LI dan PT. LPIS. Menurutnya, kedua kompetisi yang kini dianggap legal pada musim mendatang, masih memiliki kelebihan dan kekurangan.
"Kalau tidak ada presentasi dari mereka, kami juga kesulitan menentukan kompetisi yang paling menguntungkan. Kemarin, PT LI saya dengar mau mengundang tapi ternyata setelah saya lihat tidak ada undangan," ujar Pustopa, kepada Tribun Jogja, Rabu (3/10).
Pembicaraan mengenai masa depan PSS akan segera dilakukan setelah beberapa kali tertunda. Rencananya, manajemn PSS akan mengundang semua stakeholder termasuk pemain, pelatih sertaklub-klub anggota PSS untuk memberi masukan kompetisi yang mana paling menguntungkan jika dipilih oleh PSS nantinya.
Pertemuan, tersebut, sekaligus membahas masa depan dan penjelasan mengenai hak serta kewajiban para pemain maupun pelatih. "Segera, paling cepat pekan ini atau paling lambat pekan depan," ujar Pustopa yang mengaku tengah membahas rencana pertemuan dengan General Manager PSS, Djoko Handoyo.
Laporan Tribun Jogja

Sabtu, 21 April 2012

100 TH SRI SULTAN HB IX PERSEMBAHAN [PSS Sleman] Coreo D.I.Y from Brigata Curva Sud



Koreografi dari suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud, dengan membentuk huruf D.I.Y atau Daerah Istimewa Yogyakarta. Koreografi ini dipersembahkan untuk memperingati seabad Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sementara itu, warna warna yang ditampilkan mewakili beberapa klub di Yogyakarta, warna hijau mewakili PSS Sleman, warna merah untuk Persiba Bantul, dan warna biru mewakili PSIM Yogyakarta.

Atraksi ini disajikan pada saat laga Divisi Utama Liga Prima Indonesia antara PSS Sleman melawan Persik Kediri di stadion Maguwoharjo dengan hasil akhir 4-1 untuk kemenangan PSS Sleman.

PSS 2 x 0 PERSIS

Ketinggalan dua gol dibabak pertama membuat pelatih Junaidi merubah strategi bermain tim Persis Solo. Robby fajar ditarik sedikit kebelakang guna meredam agresifitas permainan gelandang PSS, Anang Hadi. Selain itu, Junaidi juga memasukkan Aldo Vilalba menggantikan Yunet yang bermain tidak optimal di babak pertama.
Kedua tim langsung memperagakan permainan menyerang setelah wasit meniup peluit tanda dimulainya babak kedua. PSS lebih dulu memberikan ancaman melalui akselerasi Andrid wibowo yang berhasil menusuk ke depan kotal pinalti Persis, namun tendanganya gagal menjadi gol.
Upaya Persis membalas gol harus berbuah petaka ketika Aldo Vilalba mendapatkan kartu merah di menit ke 62. Pelanggaran keras Aldo terhadap Marwan Muhammad membuat wasit Neendi Rohadi langsung menghadiahinya kartu merah.
PSS yangunggul jumlah pemain semakin leluasa menguasai lini tengah permainan. Memanfaatkan kecepatannya, pemain sayap PSS, Andrid Wibowo berkali-kali melakukan tusukan berbahaya dari sayap. Akselerasinya membuat para pemain belakang Persis jatuh bangun mengamankan daerahnya.
Javier Roca yang pergerakannya berhasil dimatikan gelandang tuan rumah, membuat aliran bola ke lini depan Persis menjadi  tidak  optimal. Strategi pelatih PSS, Widiantoro dengan mematikan pergerakan Roca membuat PSS unggul dilini tengah.
Persis sempat mencetak gol melalui Ilham Hasan di menit akhir pertandingan, namun wasit menganulir gol Ilham karena sudah dalam posis offside.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua, PSS sukses mempertahankan kemenangannya. Persis pun gagal memenangi laga El Casico melawan tuan rumah PSS Sleman.

UJICOBA: TIMNAS VS PSS SLEMAN

Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang sedang menjalani Training Camp (TC) di UNY akhirnya menerima tawaran PSS Sleman untuk melakukan laga uji coba.
PSS dipilih menggantikan tim asal Malaysia yang sedianya akan melawan Timnas. “Mereka (tim Malaysia) mengundurkan diri dari rencana uji coba. Sementara tawaran datang dari PSS, ya kami terima saja,” papar Nil Maizar, Pelatih Timnas Senior di UNY, Kamis (19/4).
Kepastian Timnas tersebut juga dibenarkan Manajer Tim PSS, Rumadi. Ia menerima pesan singkat dari Direktur Operasional Timnas, Ferry Kodrat tentang rencana laga uji coba. Padahal sebelumnya Ferry menyatakan bahwa pihak Timnas tidak dapat melakukan laga uji coba baik dengan PSS Sleman maupun denga Persiba Bantul dikarenakan Timnas sudah memiliki jadwal laga uji coba dengan tiga tim yang tidak dapat diubah.
“Semalam saya menerima SMS dari Ferry yang mengatakan pihaknya mau melakukan laga uji coba dengan kami,” ucap dia.
Seperti rencana sebelumnya, untuk keputusan sementara Rumadi mengatakan laga uji coba tersebut akan dilaksanakan sekitar 6 Mei mendatang yaitu pada jeda waktu yang dimiliki PSS Sleman setelah melawan PSIR Rembang pekan depan.
Sementara dikonfirmasi kabar baru tersebut, Pelatih PSS Sleman, Widiyantoro mengaku menyambut positif. Laga uji coba dengan Timnas menurut dia merupakan kesempatan baik yang tidak akan disia-siakan.
“Jika memang itu benar jadi, maka kami akan selesaikan dengan baik,” tegas dia.
Wiwid, sapaan akrab sang pelatih mengatakan akan memanfaatkan laga uji coba tersebut untuk mengasah pengalaman para pemainya dan menimba wawasan dari para pemain Timnas. Selain itu, juga sebagai salah satu wadah promosi bagi pemain-pemainnya untuk direkrut menjadi tim nasional. (harjo)

PSS VS PERSIS SOLO HARI INI

PSS Sleman merajut asa memperbaiki posisi di papan klasemen saat menjamu Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, sore nanti. Demi tambahan tiga poin, Elang Jawa bakal me-refresh memori leg kedua Piala Indonesia saat Anang Hadi dkk menaklukkan Laskar Sambernyawa 4-2, di tempat yang sama.
Peluang mengamankan tiga angka kian terbuka karena tim asuhan Widyantoro bakal turun dengan kekuatan penuh. Bruno Casmir yang sempat cedera dipastikan bisa bermain. Tak hanya itu, PSS punya catatan apik di liga saat mereka menahan Persis 1-1 di Manahan. Apalagi, tim kebanggaan Slemania dan BCS itu juga tengah on fire.
Elang Jawa sukses meraih tiga poin perdananya di kandang saat mengempaskan tim Macan Putih, Persik Kediri dengan skor telak 4-1. Kendati begitu Widyantoro tak ingin gegabah. Partai krusial kontra Laskar Sambernyawa jadi pijakan menuju papan atas. Wiwid, sapaan Widyantoro mengaku skuad asuhan Junaidi tidak akan mudah dikalahkan.
Kendati baru saja takluk dari Persija Jakarta 2-3 di ajang Piala Indonesia, namun mental Laskar Sambernyawa tetap terjaga karena kekalahan itu tak menghalangi mereka lolos putaran ketiga. Hanya saja, dia menegaskan sudah menyiapkan strategi terbaik menaklukan tim asal Kota Bengawan. Terlebih, tiga pertemuan musim ini membuat skuad Junaidi tak lagi asing bagi Elang Jawa. Dan kondisi serupa dialami tim tamu.
”Kita akan bermain hati-hati karena mereka tim bagus. Jangan sampai ada kesalahan tidak perlu terutama di dekat kotak 12 pas. Mereka punya Javier Rocha yang punya kemampuan eksekusi bola mati cukup baik. Mungkin strateginya tidak banyak berubah dari yang kita terapkan saat menjamu Persik,” kata dia.
Wiwid menambahkan, timnya kini semakin solid. Kelemahan mendasar yang masih tampak di laga sebelumnya sudah mendapat sentuhan. Sehingga dia optimistis Elang Jawa mampu menjaga tran positif untuk mendongkrak posisi di klasemen. ”Insya Allah, kita optimistis tiga poin,” tambah dia.
Junaidi sendiri mengaku tak ada persoalan dengan skuad asuhannya. Absennya kapten tim Affan Lubis dan Ade Chandra Kirana tidak akan banyak berpengaruh terhadap tim. Namun dia minta skuad asuhannya fokus karena tren tuan rumah tengah menanjak. ”Tim semuanya siap. Selain Affan dan Ade pemain lainnya siap dimainkan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membawa poin dari Maguwoharjo,” kata dia.  (sindo)
Perkiraan Pemain
PSS Sleman (4-2-3-1) Bogi Santoso (pg), Fachrudin, Bruno Casmir, Yus Arfandi, Zaenal Fannani, Marwan Muhammad, Anang Hadi, Agus Setiawan, Andrid Wibawa, Tri Handoko, Charles Orock
Pelatih    : Widyantoro
 
Persis Solo (3-5-2) Sandi Firmansyah (pg), Michael Ndubuisi, Sofyan Morhan, Rusdiansyah, Ari Yuganda, Javier Rocha, Imam Rohmawan, Ganda Sahputra, Dian Fachrudin, Arnaldo Villalba, Ilham Hasan
Pelatih   : Junaidi (http://www.bolaindo.com/)

Rabu, 18 April 2012

PSS & Persiba Gagal Jajal Timnas

PSS & Persiba Gagal Jajal Timnas

Manajemen Timnas menyatakan tidak akan mengagendakan pertandingan uji coba dengan PSS Sleman dan Persiba Bantul selama menggelar TC di Jogja.

Direktur Operasional Timnas,Ferry Kodrat menjelaskan,Timnas sudah memiliki tiga jadwal laga uji coba dan tak bisa diubah lagi.Tim yang bakal jadi lawan tanding yaitu,salah satu klub Malaysia,PPSM KN Magelang dan Tim UNY.
...
Saat ditanya kenapa tak melawan Persiba atau PSS ketimbang UNY,Ferry menjelaskan laga lawan UNY hanya sebagai refreshing pemain.
"Dua lawan selain UNY adalah tim yang kekuatannya hampir sama dengan level Timnas,"tandasnya

Keputusan manajemen Timnas tersebut mematahkan harapan Tim DIY untuk saling menimba pengalaman.Padahal PSS juga berminat untuk menjajal tim Garuda.

Manajer Tim PSS,Rumadi mengatakan,manajemen tim Super Elja akan kembali melakukan pembicaraan dan mengajukan penawaran kepada Timnas dalam waktu dekat ini.

"Kami akan coba melakukan penawaran kepada Timnas,kalau nanti disetujui maka kita siap untuk melakukan laga ujicoba tersebut,"ucapnya

Rumadi menambahkan,keberaniannya menjajal Timnas karena ia menilai materi pemain PSS Sleman cukup bagus.Selain itu,pihaknya juga mempunyai lapangan berstandar internasional.

dikutip GLI via FB

Elang Jawa Menang Atas Macan Putih 4-1

Tim berjuluk Super Elja (Elang Jwa) PSS Sleman berhasil menaklukkan tamunya Persik Kediri dengan skor mutlak 4-1 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama LPIS 2011/2012 sore tadi, Sabtu (14/4) di Satdion Maguwoharjo, Sleman. Gol kemenangan PSS dicetak masing-masing melalui dwigol Charles Orock, Tri Handoko dan Anang Hadi. Sedangkan tim tamu Persik mencuri sebuah gol dari Almiro De Souza.

Meski turun minus kapten tim Fachrudin, tak membuat nyali PSS ciut dihadapan Macan Putih, julukan Persik Kediri. Hal ini terbukti dengan naiknya performa menyerang anak-anak besutan coach Widyantoro sejak menit pertama.

Sempat berada di posisi sembilan klasemen sementara tak membuat beban pemain bertambah berat. Justru hal ini menambah semangat juang PSS untuk meraih poin penuh di kandang sendiri. Kemenangan ini tak lantas membuat skuad Super Elja jumawa, karena PSS masih harus menjalani laga berat berikutnya yaitu menghadapi Persis Solo.

Meski menang, coach Widyantoro menilai masih banyak kelemahan dalam skuadnya. Kelemahan utama PSS adalah saat menyelesaikan peluang di depan gawang sehingga banyak peluang yang seharusnya dapat dikonversikan menjadi gol tapi gagal dimanfaatkan.

Coach Wiwid, sapaan akrab Widyantoro mengaku seharusnya skuadnya bisa menambah 3 sampai 4 gol. Namun sayang finishing anak asuhnya dinilai masih kurang dan hal tersebut akan dibenahi sebelum PSS menjamu Persis Solo minggu depan.

Tak hanya lini depan yang menjadi penilaian coach Wiwid, barisan pertahanan dinilai masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan lawan untuk mencuri gol. Celah tersebut, tampak saat laga memasuki masa injury time para pemain belakang lengah ketika para pemain depan tengah melakukan protes dilanggarnya Nanda di dalam kotak penalti.

Kelengahan lini pertahanan akhirnya dapat dimanfaatkan Almiro De Souza untuk memperkecil kedudukan menjadi 4-1. Selanjutnya PSS akan menjamu tamunya Persis Solo pada tanggal 21 April 2012 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

http://www.slemania.or.id/