Jumat, 02 November 2012

ULTRAS BRIGATA CURVA SUD SUPPORTERS OF PSS SLEMAN - Ultras Channel No.1


Video BCS X PSS masuk TIFOTV dimana pengunjungnya mencapai angka 32.000

BENTROK SUPORTER: Slemania & BCS Minta Maaf


SLEMAN—Dua kubu suporter PSS Sleman meminta maaf atas insiden bentrok dengan pendukung Persis Solo, Pasoepati, dalam laga di Stadion Maguwoharjo Sabtu (21/4) lalu.
Ketua Slemania, Supriyoko kepada Harian Jogja melalui pesan singkat, Minggu (22/4) mengaku sangat menyesalkan kejadian  tersebut. Namun ia enggan berkomentar terkait siapa yang memulai ataupun siapa yang salah dalam kejadian tersebut.
Supriyoko hanya menjelaskan pada awalnya terjadi saling lempar antara kubu Pasoepati, di tribun timur dengan Slemania, di tribun utara. Hal itu pun akhirnya dapat diredam oleh kedua belah pihak.
Sedangkan terkait kejadian yang berada di luar lapangan, Yoko, sapaan akrabnya mengaku kurang mengetahui secara detail kejadiannya. Terlepas dari hal tersebut, Yoko mewakili Slemania mengatakan pihaknya meminta maaf kepada Pasoepati maupun warga Sleman atas insiden tersebut.
Ia juga menyampaikan ajakan kepada Slemania maupun penonton PSS Sleman yang lain untuk dapat mendukung tim kebanggaan masyarakat kota Sembada tersebut dengan lebih santun dan meninggalkan aksi-aksi anarkistis.
“Kami serukan ajakan itu, karena bentrokan hanya akan merugikan tim PSS dan membuat masyarakat takut mendukung PSS di stadion Maguwoharjo,” ucap dia.
Sementara pernyataan maaf yang sama juga dilontarkan oleh ketua Brigata Curva Sud (BCS) Trimurti Wahyu Wibowo yang  mengatakan hal itu terjadi karena ada bebeberapa suporter yang belum dewasa. Namun pihaknya juga tidak ingin saling mencari  kesalahan atau pembenaran atas kejadian tersebut.
Menurutnya kejadian tersebut sangat disayangkan terutama karena selama ini hubungan Pasoepati dengan BCS terjalin cukup baik. Sehingga Wahyu pun mewakili BCS meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kejadian tersebut.
“Saya langsung kontak dengan mas Bimo (Presiden Pasoepati) tetapi dia sedang di Jakarta. Ke depan pastinya akan kami bicarakan kembali,” pungkas dia.
Pihak Pasoepati melalui Juru Bicaranya Amir Tohari mengaku sangat kecewa dan menyayangkan insiden tersebut. Pasoepati merasa tidak mendapat balasan sambutan yang dari pendukung PSS seperti sambutan yang mereka berikan.

PSS Kebanjiran Lamaran Pemain



SLEMAN—Setelah sebelumnya panen lamaran pelatih, kini manajemen PSS Sleman panen lamaran pemain. Meski nasib Super Elang Jawa belum jelas, ternyata tidak menyurutkan minat pemain untuk masuk skuat PSS musim depan.
Manajer PSS Sleman, Rumadi, mengaku telah ada puluhan lamaran dari pemain-pemain lokal yang datang padanya. Entah lamaran tersebut secara resmi atau hanya melalui pesan elektronik yang di kirim.
“Banyak pemain yang sudah melamar tetapi kebanyakan memang pemain lokal mayoritas melalui SMS atau telepon. Mungkin pemain juga banyak yang gusar mencari klub terutama klub yang terpercaya,” ucap dia kepada Harian Jogja, Minggu (26/8).
Namun sampai saat ini Rumadi menegaskan pihaknya belum memberikan jawaban akan lamaran yang datang tersebut. Hal itu terkait dengan belum jelasnya bentuk kompetisi serta belum adanya keputusan akan nasib tim sendiri. Setidaknya setelah keputusan dari kinerja Join Committe September ini hal itu baru dapat dipertimbangkan.
“Kami belum berusaha melirik salah satu pun dari mereka karena semua belum jelas. Tetapi paling tidak kami memiliki rekam jejak mereka yang dapat menjadi pertimbangan,” papar dia.
Banyaknya lamaran pemain itu pula yang menjadi salah satu alasan manajemen PSS belum melakukan pemantauan pemain sama sekali. Meskipun desakan beberapa agar menejemen segera mengambil langkah salah satunya pemantauan pemain guna persiapan musim depan telah datang dari berbagai pihak.
Terlebih untuk pemain asing yang dinilai membutuhkan waktu yang tidak singkat agar tidak salah pilih. Rumadi pun sempat menyatakan bahwa kemungkinan besar tim tidak akan mempertahankan dua pemain asingnya. Disinggung pemantauan pemain asing, Rumadi kembali menegaskan pihaknya belum melakukan.”Belum kami belum melihat-lihat. Sebab kalau melangkah dikegelapan itu kan sia-sia, ya seperti itulah sekarang kan belum jelas semuanya,” tegas dia.
Rumadi pun menyatakan pihaknya tidak akan kesusahan mencari pemain meskipun saat ini belum mulai menyusul kompetisi yang dikabarkan akan di mulai Januari atau Februari mendatang. Kondisi finansial tim yang relatif baik musim kemarin diklaim dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pemain untuk datang ke PSS. Selain itu, ia pun menyatakan telah memiliki beberapa link dengan agen-agen pemain.”Kami tidak khawatir banyak pemain, pemain asing sekalipun. Pemain atau agennya juga mencari klub terlebih yang bisa dipercaya. Jadi kami tidak khawatir,” pungkas dia.

Manajemen dan PT PSS Tak Kunjung Kompak

SLEMAN—Manajemen PSS Sleman dan PT. PSS terlihat belum kompak menggelar rapat evaluasi baik mengenai waktu maupun materi.
Manajemen melalui Sekretaris Umum Tim, Pustopo mengatakan belum dapat memastikan jika rapat evaluasi bisa dilakukan pekan ini. Sebab menurutnya terus terjadi perubahan pembahasan materi rapat evaluasi karena usulan baru dari beberapa anggota.
“Kemarin memang sudah selesai, tetapi dalam perkembangannya ada perubahan,” ucap Pustopo kepada Harian Jogja Express, Rabu (10/10/2012).
Namun untuk pembahasan akhir yang disebutnya berlangsung kemarin, Selasa (9/10/2012) ia memang belum mengetahui secara pasti hasil akhirnya. Pustopo berdalih ia sedang berada di luar kota untuk tugas dinas. Pustopo pun belum mengetahui hasil yang diperoleh.
“Tapi memang pembahasan akhirnya kemarin, saya tertinggal untuk itu karena saya sedang di luar kota. Coba Hubungi Pak Pardji,” papar dia.
Direktur PT. Putera Sleman Sembada, Supardjiono menyatakan dengan tegas rapat evaluasi siap dilaksanakan. Janji yang diucapkannya beberapa waktu lalu jika evaluasi digelar pekan ini pun kembali dengan tegas ia nyatakan tidak akan batal.
“Kami sudah siap dan tetap akan kami gelar Jumat (12/10/2012) jam 19.00 WIB,” tegas dia.

Divisi Utama All Star Jajal PSS

SLEMAN—Tim PSS Sleman kemungkinan akan mendapatkan kesempatan emas untuk menjajal bintang-bintang Divisi Utama (DU) LPIS. Sekitar empat puluh pemain terbaik Divisi Utama LPIS (DU All Star) direncanakan akan bertandang ke Sleman, menginap dan juga menjalani latihan di Stadion Maguwoharjo pekan ini.
Adanya rencana kedatangan para pemain tersebut diungkapkan sesepuh PSS yang sekaligus perantara rencana tersebut, Hendricus Mulyono. Pria yang akrab disapa Mbah Mul ini mengungkapkan memang ada suatu pihak yang menggagas acara tersebut.
Mbah Mul menegaskan para pemain tersebut akan tiba di Sleman, Rabu (10/10/2012) besok. Selain tim DU All Star direncanakan pemain Timnas juga akan datang. Pertandingan antara DU dengan PSS ataupun dengan Timnas itu dijadwalkan 19-23 Oktober ini.
“Setelah datang mereka rencananya akan melakukan latihan di Stadion Maguwoharjo Jumat (12/10/2012), kemudian setelah terbentuk tim akan melakukan pertandingan uji coba rencananya dengan PSS dan juga timnas. Tetapi jika untuk timnas saya belum dapat memastikan apakah tim U-23 atau senior. Nanti setelah tiba biar mereka yang menyampaikannya sendiri,” ucap Mbah Mul, Senin (8/10/2012).
Lebih lanjut mantan manajer PSS ini mengungkapkan moment tersebut merupakan keuntungan tersendiri bagi publik sepakbola Sleman. Selain tentunya memberikan hiburan untuk masyarakat, tim PSS juga dapat mengambil untung.
PSS dapat melakukan pemantauan terhadap pemain-pemain terbaik di LPIS yang kemungkinan dapat ditarik ke tim. Terlebih hal itu dapat dilakukan di Sleman, sehingga PSS dapat menghemat biaya untuk seleksi pemain.
“Ini harusnya keuntungan tersendiri bagi PSS sebab mereka dapat melakukan pemantauan pemain tanpa mengeluarkan biaya banyak. Pemain yang datang juga merupakan pemain-pemain terbaik pilihan,” tegas dia.

Tunggakan Gaji Dibayar Jumat


Monday, 08 October 2012 13:11
SLEMAN - Sejumlah problem yang merundung PSS Sleman selama beberapa bulan terakhir ini dipastikan segera rampung. Kemarin (7/10) manajemen Super Elang Jawa menegaskan bakal mengadakan rapat evaluasi sekaligus penentuan arah musim depan di Kantor Bappeda Sleman Jumat malam (12/10).
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono menurutkan, rapat tersebut juga mengundang seluruh pemain, pelatih, dan perangkat tim musim lalu. Intinya, kata Pardji, semua duduk satu meja membahas segala hal terkait PSS.

Tak hanya evaluasi yang akan dibahas. Pardji siap memaparkan rencana PSS musim depan. Selain itu, manajemen berniat mengumumkan nama-nama yang diproyeksikan tetap merumput di Stadion Maguwoharjo.
”Intinya, di dalam pertemuan tersebut kami bakal membicarakan semuanya. Mulai target yang tidak tercapai musim lalu, pemain-pemain yang diproyeksikkan bertahan, sampai rencana musim depan. Pokoknya, kami bakal merampungkan semuanya,” kata dia saat silaturahmi wasit Sleman di kediaman sesepuh PSS Hendricus Mulyono kemarin.
Disinggung perihal gaji yang belum dibayar, Pardji menjamin menyelesaikannya Jumat malam nanti. Bagi dia, pertemuan tersebut merupakan momentum tepat untuk menyelesaikan tunggakan pembayaran.
”Temasuk masalah gaji dua bulan yang belum dibayar, kita selesaikan. Kami menjamin bakal membayarkannya. Lagi pula, saat ini dananya juga sudah siap semua,” tandasnya.
Sekretaris Tim PSS Pustopo menyatakan, manajemen sudah menyiapkan dana untuk membayar gaji selama dua bulan. Katanya, sejak awal manajemen ingin membayarkan tunggakan saat evaluasi.
Pustopo menjamin pelunasan gaji tidak akan molor lagi. ”Saya jamin tak akan ada penundaan-penundaan lagi. Semuanya bakal beres. Tak akan ada penundaan waktu evaluasi, sekaligus tak ada pengunduran pembayaran gaji pemain. Semua pasti kelar,” ucap dia. (nes)

PSS Sleman Masih Memilih Antara ISL atau IPL





Manajemen PSS Sleman masih belum menentukan sikap terkait keikutsertaan PSS Sleman dalam mengikuti kompetisi untuk musim mendatang. Mereka membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk memantapkan pilihan. Menurut Sekretaris PSS, Pustopa, sampai saat ini belum ada tawaran dari pihak PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) ataupun dari PT. Liga Indonesia (LI) untuk bergabung. Manajemen PSS akan mempelajari lebih detail keuntungan-keuntungan apa saja yang diperoleh PSS jika bergabung dengan satu di antara ISL atau IPL. Beberapa aspek, seperti pengalaman musim lalu dan kejelasan aturan kompetisi akan menjadi pertimbangan manajeman dalam membuat keputusan.
Klub kebanggaan warga Sleman, Yogyakarta, ini di musim lalu mengikuti kompetisi di bawah PT, LPIS. Pustopa belum bisa memberikan penilaian jika harus membandingkan kompetisi yang digelar oleh PT. LI dan PT. LPIS. Menurutnya, kedua kompetisi yang kini dianggap legal pada musim mendatang, masih memiliki kelebihan dan kekurangan.
"Kalau tidak ada presentasi dari mereka, kami juga kesulitan menentukan kompetisi yang paling menguntungkan. Kemarin, PT LI saya dengar mau mengundang tapi ternyata setelah saya lihat tidak ada undangan," ujar Pustopa, kepada Tribun Jogja, Rabu (3/10).
Pembicaraan mengenai masa depan PSS akan segera dilakukan setelah beberapa kali tertunda. Rencananya, manajemn PSS akan mengundang semua stakeholder termasuk pemain, pelatih sertaklub-klub anggota PSS untuk memberi masukan kompetisi yang mana paling menguntungkan jika dipilih oleh PSS nantinya.
Pertemuan, tersebut, sekaligus membahas masa depan dan penjelasan mengenai hak serta kewajiban para pemain maupun pelatih. "Segera, paling cepat pekan ini atau paling lambat pekan depan," ujar Pustopa yang mengaku tengah membahas rencana pertemuan dengan General Manager PSS, Djoko Handoyo.
Laporan Tribun Jogja