SLEMAN: Kendati menyatakan diri siap menggelar laga menjamu Persebaya 1927 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (20/2) sore, panitia pelaksana (panpel) home, Real Mataram mendapatkan kritikan.
Pengurus Slemania, suporter kesebelasan PSS Sleman mengkritik kerja panpel Real karena tidak berkoordinasi dengan suporter lain terkait laga itu. Pasalnya, Bonek, suporter Persebaya 1927 akan membanjiri stadion Maguwoharjo untuk memberikan dukungan kepada kesebelasannya.
Sekretaris Slemania, Daru Supriyono menyesalkan sikap yang dilakukan panpel home Real Mataram FC yang terkesan lepas dari tanggung jawab, terkait dengan keberadaan Bonek.
Pasalnya, Slemania tidak pernah diajak berembug mengenai bagaimana nantinya menangani Bonek yang datang dan mendukung Persebaya 1927.
”Oke, mereka bermain di kompetisi LPI, dan kami di Divisi Utama. Namun keberadaan teman-teman Bonek bagaimana? Siapa yang akan mengurusi dan apakah ada jaminan kalau nanti tidak terjadi apa-apa? Inilah yang kami sesalkan, mengingat Maguwoharjo juga merupakan kandang dari PSS,” katanya, kepada Harian Jogja, Kamis (17/3).
Daru menuturkan, antara Slemania dan Bonex sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Hubungan antara kedua kelompok suporter tersebut berjalan manis. Bahkan Slemania juga telah mendapatkan tembusan langsung dari DPP Bonek mengenai keberadaan Bonek di Jogja.
“Kami sudah diberitahu dan dimintai tolong dari Bonek yang di Surabaya. Kami hanya menyesalkan saja sikap Real Mataram,” tegas Daru.
Terpisah, Ketua Panpel Real Mataram, Soelistyo mengaku panpel pertandingan terus melakukan persiapan agar pertandingan dapat berjalan nyaman, lancar, dan aman. Sejauh ini pihaknya mengimbau pihak pengurus suporter Persebaya 1927, Bonex untuk tidak mengerahkan suporter secara besar-besaran datang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
“Kami telah berkoordinasi dengan polisi khususnya Polda DIY dan Polres Sleman. Pertimbangan imbauan tersebut dikeluarkan terkait dengan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan penonton dan masyarakat khususnya warga yang tinggal di sekitar Stadion Maguwoharjo,” katanya.
Tak hanya itu, masih kata Soelistyo panpel telah mengirim surat resmi kepada manajemen Persebaya 1927 FC dan pengurus Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Di samping itu, pertandingan Real Mataram FC vs Persebaya 1927 FC direncanakan disiarkan langsung oleh Indosiar. Panpel telah mencetak tiket sebanyak 20.000 lembar, harga tiket masing-masing Rp10.000,- tribun belakang gawang (hijau dan kuning), Rp15.000,- tribun timur (merah), dan Rp20.000,- tribun barat (biru) Saking: Harjo (harian Jogja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar